JENIS ROKOK



Rokok Electric


Rokok Electric ini berfungsi seperti rokok pada umumnya yang mempunyai rasa dan sensasi seperti rokok traditional sungguhan tetapi tanpa api, tembakau, karbonmonoksida, abu, puntung rokok atau berbau seperti halnya yang ada pada rokok biasa.

Rahasia utama pada Rokok Electric ini yang menjadikannya lebih baik daripada menghisap rokok sungguhan ada pada alat inovatif electronic yang terdapat didalamnya.

Rokok Electric ini digerakkan oleh sebuah teknologi mikro dan terdiri dari 3 bagian yaitu sebuah pelor nikotin, sebuah ruangan pengubahan zat menjadi atom dan sebuah chip pintar dengan sebuah baterai lithium. Didepan ujung rokok ini terdapat lampu operasi indikator yang akan menyala ketika anda menghisapnya, seperti halnya pada saat anda menghisap rokok sungguhan ada bara api merah pada ujung rokok. Salah satu bagian yang paling menarik dari Rokok Electric ini adalah karena adanya alat pengubahan zat menjadi atom didalamnya yang dapat membuat uap seperti asap ketika dihisap, sungguh sangat seperti rokok sungguhan. Anda dapat merokok bebas nikotin dengan alat ini dan dapat terhindar dari resiko dampak-dampak akibat merokok.





Rokok Sisha 



Mengisap pipa shisha sama buruknya bagi orang-orang seperti merokok tembakau, penemuan baru Departemen Kesehatan dan Pusat Kerjasama Pengendalian Tembakau.

Orang yang merokok shisha, atau herbal tembakau, dapat terkena penyakit dari tingginya kadar karbon monoksida shisa tersebut, ungkap penelitan terbaru.

Karbon monoksida yang dihasilkan rokok shisa setidaknya empat kali lebih tinggi dari jumlah yang dihasilkan oleh satu batang rokok dalam satu kali hisapan. Padahal tingginya karbon monoksida tersebut dapat menyebabkan kerusakan otak dan ketidaksadaran.

Shisa adalah pipa air, sangat populer di negara-negara Arab, dimana tembakau beraroma buah dibakar menggunakan batubara, kemudian asap melewati sebuah tabung berisi air dan asap yang dihirup melalui selang akan keluar.

Departemen Kesehatan menyatakan sulit untuk mengetahui dengan tepat berapa banyak jumlah karbon monoksida dalam satu rokok yang dibakar, karena perbedaan tiap-tiap orang dalam menghisap batang rokok.

Kadar Tingkat CO - PPM (Parts Per Million)

Tingkat Normal: 3 ppm
Perokok Ringan: 10-20 ppm
Perokok Berat : 30-40 ppm
Salah Pembakaran : lebih dari 100 ppm
Gejala Berat : 100 ppm
Tingakatan Parah : lebih dari 300 ppm

Studi ini menemukan jika perokok shisa telah memasukkan 40-70 ppm Co kedalam napas mereka - hal itu mempengaruhi 8-12 % darah dalam tubuh mereka. Dr Hilary Wareing, direktur Pusat Kerjasama Pengendailan Tembakau menyatakan ia sangat terkejut dengan hasil penelitian ini.